Bismillahirrahmanirrahim..
22/9/2016
Pertama kali terbang ke sabah dengan status isteri orang..
.
Alhamdulillah thumma Alhamdulillah.
Tiada lagi pujian yang hendak diucapkan kepada Sang Pencipta dengan nikmat yang hebat ini.
Bergelar seorang isteri kepada seorang lelaki..perkenalan yang hanya sebulan dan kemudian diijabkabulkan dengan sekali lafaz ja..
Percaturan yang hebat..
Dengan sekali lafaz..kita sah jadi suami isteri..Alhamdulillah..
Mjlis kedua2 pihak pon berjalan lancar..
Ramai yang datang..xsangka sangat2..
Mereka dtg bawak doa..bwk keberkatan utk kita..Alhamdulillah.
.
10 hari bersama menjalani kehidupan sbg suami isteri..tetapi dek urusan kerja kita berpisah untuk sementara..
InsyaAllah nati kita jumpa lagi ye abang.
.
Semalam..tatkala menghantar abang di gate J4 untuk penerbangan ke sibu..1 perasaan yang xpernah sayang rasa..sayang cuba kawal..kita borak2..makan2..selfie utk last b4 terbang..tapi sayang kalah..air mata ni laju turun bila abang melangkah ke masuk..siyesly sayang xkuat..rasa nk lari peluk abang..xnak mengiyakan perpisahan ini..
.
Allah hantar perasaan syg + cinta + rindu itu..untuk abang..hebat org yang dah pjj sampai belas2 tahun..sayang salute la..even sayang yang hati batu ni boleh gugur air mata sbb terlalu sakit memendam rindu..
.
Dah xda orang nk kacau tido..dah xda orang nak peluk2..dah xda orang nak sentuh bila sayang dah amik wuduk..hahahhaa..bila teringat moment2 tu syg rasa hebatnya Allah..hadirkan seorang lelaki yang sangat baik.soleh..seperti yang sayang minta dalam doa setiap kali waktu solat..Allah angkat rintihan tu dan Allah bagi bila tiba masanya..
.
Dia memberi mengikut apa yang kita mampu.bukan sbb apa yang kita hendak..even awal mula2 kita knl tu sedikit awkward tu ada..
.
Sempat syg titipkan 1 nota..atas angpow..untuk abang..pesanan dan permohonan maaf sbb xmampu jd isteri yg sempurna..jaga makan pakai abang..
Skrg sayang dlm perjalanan ke ld tp kena patah blik sbb berkabus..xleh nak landing..ujian sedikit Allah bg..doakan selamat sampai..
.
Benar jodoh itu rahsia..jadi jgn sampai kita lupa akan tugas kita sbg khlifah di bumi ini..dek kerana sibuk mengejar cinta manusia..percayalah.saat tiba masanya..takkan cepat takkan lambat walaupun seminit..keep doa dan yakin dengan Allah..dia takkan sia2 kan hambanya..
.
Abang..rindu dah hadir menjengah..
Mohon hati kita kuat utk tempuhi alam pjj ini..
.
Tulusly,
Sayang

Alif: Addib (didiklah adab). Didiklah anak sopan santun

Ba’: Bayyin (jelaskan). Jelaskan pendapat dan nasehat Ayah dan Bunda.

Ta’: Ta’assaf (minta maaflah). Tak ada aib bagi orang tua untuk meminta maaf kepada anaknya.

Tsa’: Tsaqqif (didiklah). Didiklah anak Anda dan bekali mereka dengan pengetahuan. Pengetahuan yang membantu anak membangun kepribadian yang bijak.

Jim: Jaahid (berjihadlah). Berjihadlah bersama anak-anak Anda di jalan Allah. Jenis-jenis jihad sangat banyak, dan berperang di jalan Allah adalah tingkatan yang tertinggi.

Ha: Habbib (buat mereka mencintai). Buatlah mereka mencintai kebaikan.

Kha: Khaalil (jadilah teman). Jadilah teman bagi putra putri Anda. Jadilah teman bicara bagi mereka untuk memahami maksud mereka dan mengetahui rahasia-rahasia mereka. Jadilah kawan bagi mereka untuk selalu menasihati dan mengarahkan mereka.

Dal: Daafi’ (belalah). Belalah putra Anda. Jangan biarkan mereka menjadi umpan empuk Iblis dan para tentaranya, baik dari golongan jin dan manusia.

Dzal: Dzakkir (beri peringatan). Karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman Allah di surat Adz-Dzariyat : 55.

Ra: Raghghib (beri harapan). Berilah harapan untuk meraih surga yang paling tinggi.

Za: Zayyin (hiasilah). Hiasilah kata dan ucapan Anda. Kata-kata yang baik mempunyai pengaruh di dalam jiwa anak.

Sin: Sallim (ucapkan salam). Ucapkan salam kepada putra dan putri Anda.

Syin: Syaarik (temanilah). Temanilah putra dan putri Anda dalam tanggung jawab mereka ketika mereka meminta Anda secara langsung.

Shad: Shil (eratkan hubungan). Eratkan hubungan Anda dengan anak. Ajarkan mereka bagaimana menjaga tali silaturahmi dengan kerabat. Ini adalah ajaran agama Islam dan merupakan salah satu prinsip interaksi dalam beragama.

Dhad: Dhaarib (ajari bertransaksi). Ajari anak Anda bertransaksi yang halal seperti berdagang dan jual beli. Agama kita menganjurkan kita untuk tidak mengemis, menyerah atau menggantungkan diri pada orang lain.

Tha: Thabbib (obati). Obati putra-putri Anda. Jangan telantarkan mereka karena kesibukan Anda atau prasangka buruk. Bersegeralah bertindak untuk menjaga mereka dari sakit dan efek negatif yang ditimbulkan.

Dzhai: Dzhallil (lindunglah). Naungi anak Anda dengan cinta, kasih sayang dan perlindungan.

‘Ain: ‘Allim (ajarkan). Ajarkan putra-putri Anda dalam ilmu agama dan dunia agar mereka mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik- baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ghoin: Ghayyir (ubahlah). Ubahlah perilaku Anda yang dipandang tidak sedap oleh putra putri Anda baik dengan cara berhenti dari perilaku tidak terpuji atau menambah perilaku yang terpuji.

Fa: Farriq (bedakan). Bedakan antara generasi Anda dan generasi putra putri Anda. Bedakan antara cara pandang Anda dengan cara pandang mereka. Ini bukan berarti kita membiarkan mereka dengan keadaan mereka sehingga mereka menjadi generasi yang tidak sesuai dengan keluarga.

Qof: Qobbil (ciumlah). Ciumlah anak Anda setiap hari. Demikian juga izinkan mereka mencium Anda dan pasangan Anda setiap hari.

Kaf: Karrim (muliakan). Muliakan putra putri Anda. Jauhkan mereka dari kehinaan, kerendahan dan tuduhan kebodohan, bersikap menyia-nyiakan dan buruk etika.

Lam: Laamis (sentuhlah). Sentuhlah anak Anda. Jangan jauhkan dia dari sentuhan yang akan menanamkan cinta di dalam hatinya.

Mim: Maazih (bergurauhlah). Berguraulah dengan anak-anak Anda. Ajaklah mereka bermain. Berikan kebahagiaan di dalam jiwa mereka.

Nun: Naaqisy (ajaklah berdialog). Ajaklah anak Anda berdialog. Ajaklah dia diskusi. Tanda kepribadian seseorang adalah ucapakannya dan bagaimana dia menggunakannya.

Ha: Haddi (tenangkan). Tenangkan diri Anda. Jangan panik dan bersabarlah. Apakah Anda mengira hari, minggu atau bulan berlalu begitu saja tanpa terjadi permasalahan, percekcokan atau perbedaan pendapat? Tentu saja tidak. Ketika terjadi permasalahan, pastikan anak-anak Anda melihat Anda dalam keadaan tenang hingga mereka dapat bersimpati kepada Anda.

Wau: Waddi (antarkan). Antarkan dan jemputlah. Anak memiliki hak untuk diperhatikan hingga mereka merasakan cinta kita kepada mereka.

Ya: Yassir (mudahkan). “Mudahkanlah jangan kalian buat susah”, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara hak anak atas orang tuanya adalah mendapatkan kemudahan dalam berinteraksi. Jangan menuntut anak Anda sesuatu yang tidak mereka bisa. Jika Anda ingin ditaati, mintalah sesuatu yang bisa dikerjakan. Kadang anak tidak bisa melaksanakan tugas yang diberikan. Tolonglah mereka. Kadang mereka gagal dalam menjalankan tugas. Mintalah dan doronglah mereka untuk berusaha lagi di lain waktu.

Qof : Quraan,  cintailah dan bawalah Quraan sampai mati...didik anak2 cintai alquran..

*sayangilah anak2 kita jadilah ibu ayah yang terbaik untuk anak2 didunia dan akhirat

Assalamualaikum..
I'm back..

Menulis coretan ini dalam perut flight..merentasi laut..dok atas langit..melanggar awan2 kecil..lantas membuat aku tersedar dari tido..
Allah3..letihnya..penat yang teramat..
Hari ni sebak..sedih..gembira pon ada..
Kepulangan yg membawa 1 amanah..
Semua rakan2 guru peluk..titipkan doa..bagi kata2 semangat..untuk aku..
Hari ini.
Menuju ke tawau.untuk pulang..dalam perjalanan diiringi hujan.
Persoalan banyak dtg menjengah dalam fikiran..

Benarkah keputusan yang dibuat ini?
Betulkah dia yang ditakdirkan untuk aku?
Layakkah aku untuk dia?
Mampukah dia jaga aku seperti ayah umi jaga?
Adakah aku sudah bersedia?
Soalan.
Soalan.
Soalan demi soalan.

Astagfirullahalazim...hati aku sedang diuji..aku berperang dengan perasaan sendiri..Allah3..Amanah yang akan aku pikul..tanggungjawab yang besar..
Pertukaran kuasa seorang ayah kepada seorang suami..
Pulang yg berhajat..
Drpd seorang bujang yang akan bertukar menjadi seorang isteri..
Drpd seorang yg suka tido kepada yang akan bangun menyiapkan kelengkapan sang suami..
Drpd seorang yang malas masak kepada seorang yg akan kung kang kung kang di dapur..
Kemas rumah..cuci baju..lipat kain..tugas yang bakal dibuat..buat sang suami..
Jaga kehormatan diri..jaga maruah suami..jaga harta..

Semoga kita dipermudahkan kan.
Jaga diri awak tau.
Xlama dah.
4 hari ja..

Kita nak disatukan..
Saya pilih awak.
Saya pilih hati awak.
Untuk jaga saya.hati saya.diri saya.makan minum saya..pkai baju saya.everything tentang saya.
Meski saya belum kenal awak sepenuhnya..
Tapi saya yakin dengan Allah..aturanNya..
Doa saya titipkan.tahajjud saya selitkan..hajat saya pintakan.
Agar ini keputusan yang terbaik.
Keputusan yang benar.

Jadi,
Pegang hati saya.jangan lepaskan.jangan lukakan.jangan patahkan..
Saya tak kuat untuk hadapi kesedihan kedua..

Bismillahirrahmanirrahim..
Lafaz yang mulia saya mulakan..
Langkah pertama..
Bagi memikul amanah itu..
Lagi 4 hari..
Counting...
Allah..bantulah aku..
Awak..bimbing saya..
Jadilah suami seperti Rasulullah dan para sahabat..
Contohi dan teladani mereka..
Saya tidak sempurna.begitu juga awak..
Ikatan yang kita bina itu akan menyempurnakan kita..
Sama2 kita belajar..
Sama2 kita bina..
Sama2 kita corak..
Rumah tangga kita yang suci ini..
Alquran dan assunnah mesti jd pegangan bersama..ilmu..
Yes!
Itu penting utk hadapi segala rintangan dan ujian.jangan mudah melatah.itu kuncinya..ingat balik saat perkenalan kita..di hadapan orang tua..restu mereka..

Jujur.
Saya dah sayangkan awak.
Saya dah cintakan awak.
Tapi.
Saya malu.
Untuk meluahkan rasa itu.
Sebab saya tunggu saat kita bersatu..

Love,
Bakal zaujah awak.

Kuliah Subuh
20 Ogos 2016
Surau An Nur S1 BBBangi
Ustaz Dr Shafie Md Amin
Tajuk:
You Are The Best = كنتم خير أمة

Syukur pada Allah atas segala nikmat yang diberi

Sama2 kita tanam azam yang kuat untuk tukar nikmat ini kepada AMAL SOLEH

Amal soleh penting untuk kita & hidup ini

Manfaatkan masa sekarang sebaiknya

Khusyuk = fokus kepada objektif kehidupan = Taat pada Allah

Fokus dalam belajar = faham Quran secara praktikal

Jika kita tidak dapat faham Quran secara praktikal kita tidak dapat capai objektif penurunan Al Quran

Amal soleh melahirkan akhlak yang baik

إِيَّاكَ نَعْبُد = saya nak taat sekarang

Manfaatkan masa sekarang untuk buat AMAL SOLEH

Latih diri kita untuk jadi manusia yang fokus=khusyuk

Sungguh2 berazam=niat yang disertai dengan tindakan sekarang

Al Baqarah 2: 40

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Wahai Bani Israil! Kenangkanlah kamu akan segala nikmat yang telah Kuberikan kepada kamu, dan sempurnakanlah perjanjian (kamu) denganKu, supaya Aku sempurnakan perjanjianKu dengan kamu; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu merasa gerun takut, (bukan kepada sesuatu yang lain).

Apa janji kita pada Allah?
Untuk taat pada perintah Allah

Semua Rasul diutuskan untuk umat agar taat perintah Allah

Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh

Nabi yang pertama adalah Nabi Adam

Apa janji Allah pada kita?
Allah akan bawa kita ke syurga

Minta tolong dengan Allah. Allah bukan bagi apa yang kita suka, Allah bagi apa yang Allah suka. Allah tolong kita untuk menuju ke syurga

Baik bagi kita=apa yang kita suka
Baik pada Allah=apa yang Allah suka

Apabila kamu telah berazam (niat & tindakan), serahkan pada Allah keputusan

Untuk amal, kena faham Al Quran, untuk faham Al Quran kena belajar Bahasa Arab Al Quran

Jannatun = kebun yang rimbun
Jinnatun = jin
Junnatun = perisai

Asal perkataan
Jan = tutup

Cantik Bahasa Arab Al Quran. Siapa yang faham makna dia akan jadi kreatif / banyak berfikir. Dalil?

Yusuf 12: 2

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.

Kita target hafal Al Quran
1 tahun = 52 ayat
Lancar macam baca Al Fatihah
1 minggu 1 ayat hafal

Sambung buku "You Are The Best = كنتم خير أمة" ms 90

Ikhlas = melakukan sesuatu kerja ikut peraturan Allah. Dalil?

Al Baiyinah 98: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah Ugama yang benar.

Integriti = kejujuran = melakukan kerja yang betul walaupun tidak diperhatikan sesiapa tetapi sentiasa diperhatikan Allah

Ihsan = lakukan ibadah seolah kita lihat Allah. Jika tidak mampu, Allah sentiasa lihat kita

Allah sentiasa lihat kita. Didik anak2 secara praktikal. ALLAH SENTIASA LIHAT APA YANG KITA LAKUKAN

2 fokus / target:
Hafal Al Quran
Faham Bahasa Arab Al Quran & Amalkan

Al Hujurat 49: 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).

Takwa = khairukum
Terbaik adalah orang yang belajar Al Quran

Al Muzammil 73: 4

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya; dan bacalah Al-Quran dengan "Tartil".

Al Ankabut 29: 45

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah sembahyang (dengan tekun); sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

اتْلُ = baca
Fiil amal, wajib buat

Tujuan baca Quran untuk amal

Syahadah bukan sekadar ucap.
Syahadah = ucap dengan penuh pengertian & penghayatan.

Tiada tuhan/sembahan/fokus/taat selain Allah.

Macam mana nak taat?
Kena belajar & faham Bahasa Arab Al Quran

Baca, faham, amal & sampaikan

Tadabbur = dubur = hujung = makna sebenar

Addin = agama = cara hidup yang mematuhi peraturan Allah

Ustaz = orang yang belajar agama. Kita semua kena belajar, faham & amalkan agama

Moga Allah buka hati kita untuk LAKUKANNYA SEKARANG

Moga Allah jadikan kita orang yang terbaik disisinya

QA
Korban
Al Maidah 5 : 27

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, iaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada Allah). Lalu diterima korban salah seorang di antaranya (Habil), dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil). Berkata (Qabil):" Sesungguhnya aku akan membunuhmu!". (Habil) menjawab: "Hanyasanya Allah menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa;

Korban = korib = dekatkan diri pada Allah

Syaratnya kena bertakwa

Takwa = orang yang belajar Al Quran

Al Baqarah 2: 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;

Tanda Allah terima korban / amalan kita (solat, umrah, haji dll) = bila kita berkorban / buat amal, kita semakin dekat dengan Allah. Semakin bertakwa & istiqamah belajar Al Quran

CORETAN KHAS BUAT SUAMI DAN ISTERI

Seorang isteri dengan wajah sedih dan murung datang bertemu tuan Syeikh untuk mengadu hal suaminya.

Syeikh: Apa keperluanmu wahai puan?

Isteri: Saya ingin mengadu kepada tuan perihal suami saya.

Syeikh: Apa aduanmu itu?...

Isteri: Saya dianiaya dan dizalimi suami saya tuan syeikh. Saya diabaikan. Suami saya tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada saya.

Nafkah saya tidak ditunaikan tuan. Makan minum saya tidak diendahkan tuan. Tempat tinggal saya juga tidak diuruskan.

*Tuan syeikh tersenyum. Isteri itu kehairanan. Sedang hatinya dirundung sedih, tuan syeikh boleh tersenyum mendengar aduannya.

Syeikh: Wahai puan yang dirahmati Allah, sesungguhnya kamu wanita dan isteri yang beruntung.

Isteri: Hah??? Untung??

Syeikh: Ya wahai puan. Kamu sangat beruntung. Kamu wanita dan isteri terpilih.

Isteri: Saya bernasib malang tuan. Saya hidup susah. Saya menderita dan sengsara tuan. Kehidupan saya tunggang-langgang.

Syeikh: Sudahkah kamu berdoa wahai puan?

Isteri: Sudah tuan. Saya sudah hampir putus asa. Suami saya tetap tidak berubah.

Syeikh: Wahai puan, Allah sedang mengujimu. Allah amat kasih dan sayang padamu. Ujian itu memberi peluang kepadamu mengumpul pahala.

Tahukah kamu, bahawa Allah sangat dekat dengan doa orang-orang yang teraniaya dan dizalimi. Doa seorang isteri yang dianiaya dan dizalimi oleh suaminya itu, lebih dekat dan mendapat perhatian daripada Allah. Kerana apa?

Kerana seorang isteri itu merupakan amanah kepada seorang suami. Maka penganiayaan dan kezalimannya kepadamu akan memberatkannya di sisi Allah. Hatta andai kamu mendoakan kehancuran dan kemusnahannya pun Allah akan mendengar doamu itu wahai puan.

Kamu pulanglah ke rumahmu dan jalankan tanggungjawabmu terhadap suamimu sebagai isteri dengan taat kerana Allah. Allah akan membantumu.

Isteri: Suamiku sudah tidak pulang ke rumah wahai tuan. Dia sudah lama meninggalkan aku dalam derita dan sengsara ini.

Syeikh: Allah..beruntungnya kamu wahai puan...

Isteri: Kenapa tuan asyik mengatakan yang saya ini beruntung? Sedangkan saya ini hidup dalam sengsara, derita dan air mata?

Syeikh: Allah...wahai puan, berapa umurmu sekarang ini?

Isteri: 40 tahun tuan.

Syeikh: Berapa lama lagi kamu mahu hidup di dunia ini?

Isteri: Saya tidak tahu tuan. Itu kuasa Allah.

Syeikh: Kamu mahu saya ceritakan apa untungnya kamu sebagai isteri yang dianiaya dan dizalimi suami?

*Dengan lemah dan sedih, si isteri cuma mengangguk.

Syeikh: Rasul yang mulia telah bersabda bahawa, umur ummatnya sekadar 60 ke 70 tahun sahaja. Andai sekarang kamu sudah 40 tahun, deritamu itu tidak akan lama lagi puan. Ia akan segera hilang saat Tuhanmu menjemput kamu kembali padaNya.

Andai kamu bersabar, segala derita itu akan Allah gantikan dengan syurga yang indah. Tidakkah itu bermakna kamu beruntung? Tahukah kamu, berapa lama derita dan sengsara yang bakal ditanggung suamimu di akhirat nanti?

Isteri: Tentunya tuan lebih tahu.

Syeikh: Bagi seorang suami, isteri adalah amanah yang wajib dijaga dengan baik. Segala tanggungjawab dan haknya wajib ditunaikan oleh seorang suami.

Suamimu yang telah menganiaya dan menzalimimu, akan disiksa oleh azab Allah diakhirat sana berjuta-juta kali ganda berbanding derita yang sedang engkau deritai di dunia ini wahai puan.

Bukankah sehari di akhirat itu, bersamaan dengan seribu tahun di dunia? Selagi mana kamu tidak redha akan kezaliman dan penganiayaannya terhadapmu, maka selagi itu suamimu itu akan terpaksa menanggung dosanya itu.

*Isteri itu tertunduk.

Syeikh: Tahukah kamu, siapakah yang paling mudah mengheret seorang suami ke neraka Allah di akhirat nanti? Tidak lain dan tidak bukan ialah isteri-isteri dan anak-anaknya sendiri. Mana-mana hak isteri-isteri dan anak-anak yang tidak ditunaikan, itulah antara hal yang cepat mengheret seorang suami di akhirat nanti.

Isteri: Tapi suami saya itu seorang yang kuat bersolat dan beribadah tuan. Mana mungkin dia akan ke neraka?

Syeikh: Selama mana kamu sebagai isterinya dianiaya dan dizalimi, tidak ditunaikan hak dan tanggungjawab, semua ibadahya termasuk solat, puasa, sedekah dan sebagainya, tidak berpahala di sisi Allah. Bahkan boleh sehingga Allah menolak solatnya itu? Apa lagi yang tinggal pada seorang hamba andai ibadat solatnya pun telah ditolak oleh Allah???

Isteri: Bagaimana andai dia menceraikan saya tuan? Dapatkah dia menyelamatkan dirinya dari neraka Allah?

Syeikh: Selama mana kamu masih isterinya, dan kamu tidak redha, maka dia tetap akan menanggungnya.

Andai kamu diceraikan, sehingga habis tempoh iddah suamimu itu masih wajib mengurus dan menunaikan hakmu sebagai isteri. Dosanya padamu sepanjang tempoh itu tidak akan terluputkan walaupun dia telah menceraikanmu selagi kamu tidak redha. Suami yang tidak menunaikan hakmu itu adalah suami yang berhutang denganmu.

*Isteri itu diam.

Melihat isteri itu diam, tuan Syeikh bertanya;

Syeikh: Pernahkah suamimu itu meminta maaf padamu?

*Isteri itu menggelengkan kepala.

Syeikh: Adakah puan masih menyayanginya?

*Isteri itu hanya membisu.

Syeikh: Adakah kamu redha akan perbuatannya terhadap kamu wahai puan?

*isteri itu masih diam.

Syeikh: Maha Suci Allah... Suamimu itu bukan menganiaya dan menzalimimu wahai puan, tetapi dia menganiaya dan menzalimi dirinya sendiri...

*Tuan Syeikh tunduk dan tiba-tiba mengalirkan air mata. Dia menangis sebak. Si isteri berasa pelik, lalu bertanya;

Isteri: Kenapa tuan menangis?

Syeikh: Aku berasa sedih dan amat takut kepada Allah. Aku kasihan kepada suamimu itu. Di akhirat nanti, sudah pasti kamu akan mengheretnya ke neraka Allah. Susah dan sukarnya menjadi seorang suami. Bahu seorang suami ini berat dan sarat mahu menanggung beban dosa yang banyak. Untungnya kalian para isteri. Walau di dunia Allah perintahkan kalian wajib taat dan patuh kepada suami, itu hanya sekejap sahaja.

Kesusahan dan kesulitan kalian hanya di dunia, sedang kami para suami, tertanggung hingga ke akhirat. Pulanglah wahai puan, andai kamu masih menyayangi suamimu, maafkanlah dia. Andai kamu tidak memaafkan dia, dan tidak redha akan perbuatannya, maka tertanggunglah di bahunya dosa yang berat itu hingga ke akhirat.

* Isteri itu pulang, tetapi kali ini wajahnya cerah dan bibirnya mengukir senyum mengenangkan janji-janji Allah yang disampaikan oleh tuan Syeikh.

1. Sebenarnya apabila kita mempunyai anak, ramai yang sudah mengaku menjadi AYAH, sebenarnya belum lagi, ibarat orang yang baru memiliki bola, dah mengaku jadi footballer.. Kena belajar bagaimana nak imbang bola itu..

2. AYAH itu sebenarnya gelaran untuk lelaki yang mahu mengasuh anak, bukan sekadar 'membuat' anak.. astagfirullah. Maaf ye macam kasar je.. kerana ramai lelaki begitu, tapi bukan semua.

3. Seorang AYAH yang mahu terlibat mengasuh anak-anak bersama isterinya, sebenarnya separuh permasalahan keluarganya ini telah diatasi.. Tak caya tanyalah isteri-isteri..

4. Sekiranya seorang AYAH yang tugasnya cuma menyedia dan memberi wang sahaja, ia telah menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi anak ketika diperlukan sahaja. Hu hu Muhasabah diriku..

5. Hari ini memang telah hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, banyak AYAH tidak sedar bila anak lelakinya memasuki alam baligh.. dan anak perempuannya dah mula malu-malu.. Ruginya ayah..

6. Jika ada anak yang durhaka, sebenarnya ia juga dari AYAH yang durhaka. Ini istilah Sayyidina Umar Al Khattab..

7. Sekiranya seorang AYAH yang ingin didoakan oleh anaknya, berdoalah selalu dari sekarang untuk anaknya dan didiklah dengan agama..

8. Sekiranya AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya, usahalah memuliakan anaknya dengan ilmu agama..

9. Mengikut kajian, ramai ayah-ayah yang hampir kehilangan ciri-ciri AYAH yang sebenar. Kerana semua pengajar anak di masa kanak-kanak diisi oleh kaum ibu sahaja.

10. Padahal keberanian, survival dan ketegasan, harus diajarkan di usia kecil oleh ayah-ayah. Dimanakah AYAH sang pengajar utama?

11. Dunia AYAH ketika ini bagi anak-anak hanyalah angan-angan mereka sahaja. Anak-anak mencari ayah mereka di surat khabar, tv dan komputer...

12. Banyak anak-anak sudah merasa yatim sebelum waktunya, sebab AYAH dirasakan tak hadir lagi dalam kehidupan mereka. Kerana amat sibuk dengan dunia ayah.

13. Ayuh wahai ayah-ayah semua, ambillah Semangat Al Quran mengenai pendidikan mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukmanulhakim, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Dalam Al Quran mereka adalah contoh AYAH yang perihatin.

14. Ibnul Qoyyim dalam kitab Tuhfatul Maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak, penyebab utamanya adalah AYAH..

15. Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk kepada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta dipertanggung jawapan kelak.

16. Rasulullah yang mulia, sejak kecil ditinggal yatim oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang dan diperolehi dari datok dan ayah saudaranya sendiri..

17. Generasi sahabat menjadi generasi gemilang kerana AYAH terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu-ibu mereka. Mereka digelari umat terbaik.

18. Di dalam AlQuran ternyata terdapat 17 dialog pendidikan anak-anak. 14 diantaranya iaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut di dalam alquran!

19. Marilah semua wahai AYAH-ayah untuk melibatkan diri dalam pendidikan baik di rumah, sekolah dan dimasjid..

20. Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Tetapi AYAHlah yang menjadi mudirnya. (Pengetuanya).

21. Ibarat burung yang punyai dua sayap. anak memerlukan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya.

22. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logik. Kedua-duanya diperlukan oleh anak

23. AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan perihatin itu sikap utama.

24. Jom wahai ayah-ayah pujuklah diri untuk berubah dan sebarkan perkongsian ini agar makin banyak AYAH-ayah yang perihatin dengan urusan pengasuhan dan membentuk generasi pejuang dunia akhirat.

Allahuakbar..
Wallahua'lam.

Cerita untuk hari Jumaat....

Sepasang suami isteri sedang membeli belah bersama seorang anak mereka. Mereka membeli satu tray telur. Si suami mengambil telur dan meletakkan ke dalam troli. Anak mereka yang baru berumur 2 tahun telah memecahkan sebiji telur ayam tanpa sengaja.

" Yang, letak balik lah tray telur ini, ambil yang lain. Yang tak pecah. Kalau ambil yang ini, rugilah. Lagipun bukannya orang nampak. " Beritahu si suami kepada isterinya.

" Harga satu tray telur ni RM9.00. Ada 30 biji. Maknanya satu biji harganya RM0.30. Kalau sebiji pecah maka cuma rugi RM0.30 je." Si isteri menjawab.

"RM0.30 pun duit juga yang" si suami pantas menjawab.

Si isteri kemudian bercerita kepada suaminya. Saya pernah dengar ustaz ada cerita mengenai hisab. Kesalahan paling kecil akan di adili selama 40 tahun. Itu 40 tahun akhirat. Satu hari di akhirat bersamaan 1,000 tahun di dunia. Bayangkan berapa lamanya hisab jika kesalahan lebih besar.

Teringat juga kisah seorang alim. Pada suatu hari ada seorang tua yang memikul seikat kayu api. Orang tua ini menyerahkan kayu apinya kepada si alim untuk di jaga sekejap kerana beliau ada hal lain. Orang alim itu menjaga kayu api tersebut. Kemudian beliau merasa ada sisa makanan melekat di giginya. Orang alim itu mengambil serpihan kayu api yang dijaganya untuk mencungkil giginya.

Setelah orang alim ini mati. Kawan beliau bermimpi yang beliau diseksa di alam barzakh. Kawannya bermimpi mengenai perkara tersebut beberapa hari. Kawannya bertanya " kenapa kau di seksa, sedangkan kau seorang yang alim ". Orang alim itu menjawab "aku telah mengambil serpihan kayu api dari seorang tua, tetapi aku terlupa untuk minta halal. Kau tolong jumpa orang tua ini dan minta halal kayu apinya bagi pihak aku".

Kawan orang alim ini berjumpa orang tua yang dimaksudkan dan meminta halal bagi pihak si alim. Sejak hari itu beliau tidak lagi bermimpi yang si alim ini diseksa.

"Jika kita meletakkan telur yang pecah ini dan ambil yang baru, sedangkan anak kita yang memecahkannya berapa pula nilai yang kita perlu bayar di akhirat kelak. Sedangkan harganya di dunia cuma tiga puluh sen." si isteri menasihati suaminya.

"Betul kata awak tu, apa sangatlah RM0.30 di dunia ini. Kalau kita tukar telur lain, tak pasal-pasal kena seksa di akhirat."

Pasangan suami-isteri itu pulang ke rumah dengan membeli satu tray telur. Sebiji telur dari tray itu sudah pecah. Mereka akur dengan nilai sebiji telur.

Thursday, September 22, 2016

#CINTA : dua hati kini bersatu

Posted by Nadira Aisya at 1:31 PM 0 comments

Bismillahirrahmanirrahim..
22/9/2016
Pertama kali terbang ke sabah dengan status isteri orang..
.
Alhamdulillah thumma Alhamdulillah.
Tiada lagi pujian yang hendak diucapkan kepada Sang Pencipta dengan nikmat yang hebat ini.
Bergelar seorang isteri kepada seorang lelaki..perkenalan yang hanya sebulan dan kemudian diijabkabulkan dengan sekali lafaz ja..
Percaturan yang hebat..
Dengan sekali lafaz..kita sah jadi suami isteri..Alhamdulillah..
Mjlis kedua2 pihak pon berjalan lancar..
Ramai yang datang..xsangka sangat2..
Mereka dtg bawak doa..bwk keberkatan utk kita..Alhamdulillah.
.
10 hari bersama menjalani kehidupan sbg suami isteri..tetapi dek urusan kerja kita berpisah untuk sementara..
InsyaAllah nati kita jumpa lagi ye abang.
.
Semalam..tatkala menghantar abang di gate J4 untuk penerbangan ke sibu..1 perasaan yang xpernah sayang rasa..sayang cuba kawal..kita borak2..makan2..selfie utk last b4 terbang..tapi sayang kalah..air mata ni laju turun bila abang melangkah ke masuk..siyesly sayang xkuat..rasa nk lari peluk abang..xnak mengiyakan perpisahan ini..
.
Allah hantar perasaan syg + cinta + rindu itu..untuk abang..hebat org yang dah pjj sampai belas2 tahun..sayang salute la..even sayang yang hati batu ni boleh gugur air mata sbb terlalu sakit memendam rindu..
.
Dah xda orang nk kacau tido..dah xda orang nak peluk2..dah xda orang nak sentuh bila sayang dah amik wuduk..hahahhaa..bila teringat moment2 tu syg rasa hebatnya Allah..hadirkan seorang lelaki yang sangat baik.soleh..seperti yang sayang minta dalam doa setiap kali waktu solat..Allah angkat rintihan tu dan Allah bagi bila tiba masanya..
.
Dia memberi mengikut apa yang kita mampu.bukan sbb apa yang kita hendak..even awal mula2 kita knl tu sedikit awkward tu ada..
.
Sempat syg titipkan 1 nota..atas angpow..untuk abang..pesanan dan permohonan maaf sbb xmampu jd isteri yg sempurna..jaga makan pakai abang..
Skrg sayang dlm perjalanan ke ld tp kena patah blik sbb berkabus..xleh nak landing..ujian sedikit Allah bg..doakan selamat sampai..
.
Benar jodoh itu rahsia..jadi jgn sampai kita lupa akan tugas kita sbg khlifah di bumi ini..dek kerana sibuk mengejar cinta manusia..percayalah.saat tiba masanya..takkan cepat takkan lambat walaupun seminit..keep doa dan yakin dengan Allah..dia takkan sia2 kan hambanya..
.
Abang..rindu dah hadir menjengah..
Mohon hati kita kuat utk tempuhi alam pjj ini..
.
Tulusly,
Sayang

Thursday, September 8, 2016

#muhasabah 016: abjad cinta untuk keluarga

Posted by Nadira Aisya at 8:26 AM 0 comments

Alif: Addib (didiklah adab). Didiklah anak sopan santun

Ba’: Bayyin (jelaskan). Jelaskan pendapat dan nasehat Ayah dan Bunda.

Ta’: Ta’assaf (minta maaflah). Tak ada aib bagi orang tua untuk meminta maaf kepada anaknya.

Tsa’: Tsaqqif (didiklah). Didiklah anak Anda dan bekali mereka dengan pengetahuan. Pengetahuan yang membantu anak membangun kepribadian yang bijak.

Jim: Jaahid (berjihadlah). Berjihadlah bersama anak-anak Anda di jalan Allah. Jenis-jenis jihad sangat banyak, dan berperang di jalan Allah adalah tingkatan yang tertinggi.

Ha: Habbib (buat mereka mencintai). Buatlah mereka mencintai kebaikan.

Kha: Khaalil (jadilah teman). Jadilah teman bagi putra putri Anda. Jadilah teman bicara bagi mereka untuk memahami maksud mereka dan mengetahui rahasia-rahasia mereka. Jadilah kawan bagi mereka untuk selalu menasihati dan mengarahkan mereka.

Dal: Daafi’ (belalah). Belalah putra Anda. Jangan biarkan mereka menjadi umpan empuk Iblis dan para tentaranya, baik dari golongan jin dan manusia.

Dzal: Dzakkir (beri peringatan). Karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman Allah di surat Adz-Dzariyat : 55.

Ra: Raghghib (beri harapan). Berilah harapan untuk meraih surga yang paling tinggi.

Za: Zayyin (hiasilah). Hiasilah kata dan ucapan Anda. Kata-kata yang baik mempunyai pengaruh di dalam jiwa anak.

Sin: Sallim (ucapkan salam). Ucapkan salam kepada putra dan putri Anda.

Syin: Syaarik (temanilah). Temanilah putra dan putri Anda dalam tanggung jawab mereka ketika mereka meminta Anda secara langsung.

Shad: Shil (eratkan hubungan). Eratkan hubungan Anda dengan anak. Ajarkan mereka bagaimana menjaga tali silaturahmi dengan kerabat. Ini adalah ajaran agama Islam dan merupakan salah satu prinsip interaksi dalam beragama.

Dhad: Dhaarib (ajari bertransaksi). Ajari anak Anda bertransaksi yang halal seperti berdagang dan jual beli. Agama kita menganjurkan kita untuk tidak mengemis, menyerah atau menggantungkan diri pada orang lain.

Tha: Thabbib (obati). Obati putra-putri Anda. Jangan telantarkan mereka karena kesibukan Anda atau prasangka buruk. Bersegeralah bertindak untuk menjaga mereka dari sakit dan efek negatif yang ditimbulkan.

Dzhai: Dzhallil (lindunglah). Naungi anak Anda dengan cinta, kasih sayang dan perlindungan.

‘Ain: ‘Allim (ajarkan). Ajarkan putra-putri Anda dalam ilmu agama dan dunia agar mereka mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik- baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Ghoin: Ghayyir (ubahlah). Ubahlah perilaku Anda yang dipandang tidak sedap oleh putra putri Anda baik dengan cara berhenti dari perilaku tidak terpuji atau menambah perilaku yang terpuji.

Fa: Farriq (bedakan). Bedakan antara generasi Anda dan generasi putra putri Anda. Bedakan antara cara pandang Anda dengan cara pandang mereka. Ini bukan berarti kita membiarkan mereka dengan keadaan mereka sehingga mereka menjadi generasi yang tidak sesuai dengan keluarga.

Qof: Qobbil (ciumlah). Ciumlah anak Anda setiap hari. Demikian juga izinkan mereka mencium Anda dan pasangan Anda setiap hari.

Kaf: Karrim (muliakan). Muliakan putra putri Anda. Jauhkan mereka dari kehinaan, kerendahan dan tuduhan kebodohan, bersikap menyia-nyiakan dan buruk etika.

Lam: Laamis (sentuhlah). Sentuhlah anak Anda. Jangan jauhkan dia dari sentuhan yang akan menanamkan cinta di dalam hatinya.

Mim: Maazih (bergurauhlah). Berguraulah dengan anak-anak Anda. Ajaklah mereka bermain. Berikan kebahagiaan di dalam jiwa mereka.

Nun: Naaqisy (ajaklah berdialog). Ajaklah anak Anda berdialog. Ajaklah dia diskusi. Tanda kepribadian seseorang adalah ucapakannya dan bagaimana dia menggunakannya.

Ha: Haddi (tenangkan). Tenangkan diri Anda. Jangan panik dan bersabarlah. Apakah Anda mengira hari, minggu atau bulan berlalu begitu saja tanpa terjadi permasalahan, percekcokan atau perbedaan pendapat? Tentu saja tidak. Ketika terjadi permasalahan, pastikan anak-anak Anda melihat Anda dalam keadaan tenang hingga mereka dapat bersimpati kepada Anda.

Wau: Waddi (antarkan). Antarkan dan jemputlah. Anak memiliki hak untuk diperhatikan hingga mereka merasakan cinta kita kepada mereka.

Ya: Yassir (mudahkan). “Mudahkanlah jangan kalian buat susah”, sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara hak anak atas orang tuanya adalah mendapatkan kemudahan dalam berinteraksi. Jangan menuntut anak Anda sesuatu yang tidak mereka bisa. Jika Anda ingin ditaati, mintalah sesuatu yang bisa dikerjakan. Kadang anak tidak bisa melaksanakan tugas yang diberikan. Tolonglah mereka. Kadang mereka gagal dalam menjalankan tugas. Mintalah dan doronglah mereka untuk berusaha lagi di lain waktu.

Qof : Quraan,  cintailah dan bawalah Quraan sampai mati...didik anak2 cintai alquran..

*sayangilah anak2 kita jadilah ibu ayah yang terbaik untuk anak2 didunia dan akhirat

Wednesday, September 7, 2016

#CINTA : ku pilih hatimu

Posted by Nadira Aisya at 11:13 PM 0 comments

Assalamualaikum..
I'm back..

Menulis coretan ini dalam perut flight..merentasi laut..dok atas langit..melanggar awan2 kecil..lantas membuat aku tersedar dari tido..
Allah3..letihnya..penat yang teramat..
Hari ni sebak..sedih..gembira pon ada..
Kepulangan yg membawa 1 amanah..
Semua rakan2 guru peluk..titipkan doa..bagi kata2 semangat..untuk aku..
Hari ini.
Menuju ke tawau.untuk pulang..dalam perjalanan diiringi hujan.
Persoalan banyak dtg menjengah dalam fikiran..

Benarkah keputusan yang dibuat ini?
Betulkah dia yang ditakdirkan untuk aku?
Layakkah aku untuk dia?
Mampukah dia jaga aku seperti ayah umi jaga?
Adakah aku sudah bersedia?
Soalan.
Soalan.
Soalan demi soalan.

Astagfirullahalazim...hati aku sedang diuji..aku berperang dengan perasaan sendiri..Allah3..Amanah yang akan aku pikul..tanggungjawab yang besar..
Pertukaran kuasa seorang ayah kepada seorang suami..
Pulang yg berhajat..
Drpd seorang bujang yang akan bertukar menjadi seorang isteri..
Drpd seorang yg suka tido kepada yang akan bangun menyiapkan kelengkapan sang suami..
Drpd seorang yang malas masak kepada seorang yg akan kung kang kung kang di dapur..
Kemas rumah..cuci baju..lipat kain..tugas yang bakal dibuat..buat sang suami..
Jaga kehormatan diri..jaga maruah suami..jaga harta..

Semoga kita dipermudahkan kan.
Jaga diri awak tau.
Xlama dah.
4 hari ja..

Kita nak disatukan..
Saya pilih awak.
Saya pilih hati awak.
Untuk jaga saya.hati saya.diri saya.makan minum saya..pkai baju saya.everything tentang saya.
Meski saya belum kenal awak sepenuhnya..
Tapi saya yakin dengan Allah..aturanNya..
Doa saya titipkan.tahajjud saya selitkan..hajat saya pintakan.
Agar ini keputusan yang terbaik.
Keputusan yang benar.

Jadi,
Pegang hati saya.jangan lepaskan.jangan lukakan.jangan patahkan..
Saya tak kuat untuk hadapi kesedihan kedua..

Bismillahirrahmanirrahim..
Lafaz yang mulia saya mulakan..
Langkah pertama..
Bagi memikul amanah itu..
Lagi 4 hari..
Counting...
Allah..bantulah aku..
Awak..bimbing saya..
Jadilah suami seperti Rasulullah dan para sahabat..
Contohi dan teladani mereka..
Saya tidak sempurna.begitu juga awak..
Ikatan yang kita bina itu akan menyempurnakan kita..
Sama2 kita belajar..
Sama2 kita bina..
Sama2 kita corak..
Rumah tangga kita yang suci ini..
Alquran dan assunnah mesti jd pegangan bersama..ilmu..
Yes!
Itu penting utk hadapi segala rintangan dan ujian.jangan mudah melatah.itu kuncinya..ingat balik saat perkenalan kita..di hadapan orang tua..restu mereka..

Jujur.
Saya dah sayangkan awak.
Saya dah cintakan awak.
Tapi.
Saya malu.
Untuk meluahkan rasa itu.
Sebab saya tunggu saat kita bersatu..

Love,
Bakal zaujah awak.

Saturday, August 20, 2016

#muhasabah 015 : كنتم خير امة

Posted by Nadira Aisya at 10:30 AM 0 comments

Kuliah Subuh
20 Ogos 2016
Surau An Nur S1 BBBangi
Ustaz Dr Shafie Md Amin
Tajuk:
You Are The Best = كنتم خير أمة

Syukur pada Allah atas segala nikmat yang diberi

Sama2 kita tanam azam yang kuat untuk tukar nikmat ini kepada AMAL SOLEH

Amal soleh penting untuk kita & hidup ini

Manfaatkan masa sekarang sebaiknya

Khusyuk = fokus kepada objektif kehidupan = Taat pada Allah

Fokus dalam belajar = faham Quran secara praktikal

Jika kita tidak dapat faham Quran secara praktikal kita tidak dapat capai objektif penurunan Al Quran

Amal soleh melahirkan akhlak yang baik

إِيَّاكَ نَعْبُد = saya nak taat sekarang

Manfaatkan masa sekarang untuk buat AMAL SOLEH

Latih diri kita untuk jadi manusia yang fokus=khusyuk

Sungguh2 berazam=niat yang disertai dengan tindakan sekarang

Al Baqarah 2: 40

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Wahai Bani Israil! Kenangkanlah kamu akan segala nikmat yang telah Kuberikan kepada kamu, dan sempurnakanlah perjanjian (kamu) denganKu, supaya Aku sempurnakan perjanjianKu dengan kamu; dan kepada Akulah sahaja hendaklah kamu merasa gerun takut, (bukan kepada sesuatu yang lain).

Apa janji kita pada Allah?
Untuk taat pada perintah Allah

Semua Rasul diutuskan untuk umat agar taat perintah Allah

Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh

Nabi yang pertama adalah Nabi Adam

Apa janji Allah pada kita?
Allah akan bawa kita ke syurga

Minta tolong dengan Allah. Allah bukan bagi apa yang kita suka, Allah bagi apa yang Allah suka. Allah tolong kita untuk menuju ke syurga

Baik bagi kita=apa yang kita suka
Baik pada Allah=apa yang Allah suka

Apabila kamu telah berazam (niat & tindakan), serahkan pada Allah keputusan

Untuk amal, kena faham Al Quran, untuk faham Al Quran kena belajar Bahasa Arab Al Quran

Jannatun = kebun yang rimbun
Jinnatun = jin
Junnatun = perisai

Asal perkataan
Jan = tutup

Cantik Bahasa Arab Al Quran. Siapa yang faham makna dia akan jadi kreatif / banyak berfikir. Dalil?

Yusuf 12: 2

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menurunkan kitab itu sebagai Quran yang dibaca dengan bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya.

Kita target hafal Al Quran
1 tahun = 52 ayat
Lancar macam baca Al Fatihah
1 minggu 1 ayat hafal

Sambung buku "You Are The Best = كنتم خير أمة" ms 90

Ikhlas = melakukan sesuatu kerja ikut peraturan Allah. Dalil?

Al Baiyinah 98: 5

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang demikian itulah Ugama yang benar.

Integriti = kejujuran = melakukan kerja yang betul walaupun tidak diperhatikan sesiapa tetapi sentiasa diperhatikan Allah

Ihsan = lakukan ibadah seolah kita lihat Allah. Jika tidak mampu, Allah sentiasa lihat kita

Allah sentiasa lihat kita. Didik anak2 secara praktikal. ALLAH SENTIASA LIHAT APA YANG KITA LAKUKAN

2 fokus / target:
Hafal Al Quran
Faham Bahasa Arab Al Quran & Amalkan

Al Hujurat 49: 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).

Takwa = khairukum
Terbaik adalah orang yang belajar Al Quran

Al Muzammil 73: 4

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Ataupun lebihkan (sedikit) daripadanya; dan bacalah Al-Quran dengan "Tartil".

Al Ankabut 29: 45

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah serta ikutlah (wahai Muhammad) akan apa yang diwahyukan kepadamu dari Al-Quran, dan dirikanlah sembahyang (dengan tekun); sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan yang keji dan mungkar; dan sesungguhnya mengingati Allah adalah lebih besar (faedahnya dan kesannya); dan (ingatlah) Allah mengetahui akan apa yang kamu kerjakan.

اتْلُ = baca
Fiil amal, wajib buat

Tujuan baca Quran untuk amal

Syahadah bukan sekadar ucap.
Syahadah = ucap dengan penuh pengertian & penghayatan.

Tiada tuhan/sembahan/fokus/taat selain Allah.

Macam mana nak taat?
Kena belajar & faham Bahasa Arab Al Quran

Baca, faham, amal & sampaikan

Tadabbur = dubur = hujung = makna sebenar

Addin = agama = cara hidup yang mematuhi peraturan Allah

Ustaz = orang yang belajar agama. Kita semua kena belajar, faham & amalkan agama

Moga Allah buka hati kita untuk LAKUKANNYA SEKARANG

Moga Allah jadikan kita orang yang terbaik disisinya

QA
Korban
Al Maidah 5 : 27

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, iaitu ketika mereka berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada Allah). Lalu diterima korban salah seorang di antaranya (Habil), dan tidak diterima (korban) dari yang lain (Qabil). Berkata (Qabil):" Sesungguhnya aku akan membunuhmu!". (Habil) menjawab: "Hanyasanya Allah menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa;

Korban = korib = dekatkan diri pada Allah

Syaratnya kena bertakwa

Takwa = orang yang belajar Al Quran

Al Baqarah 2: 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;

Tanda Allah terima korban / amalan kita (solat, umrah, haji dll) = bila kita berkorban / buat amal, kita semakin dekat dengan Allah. Semakin bertakwa & istiqamah belajar Al Quran

Friday, August 19, 2016

#muhasabah 014 : duhai suami

Posted by Nadira Aisya at 9:36 PM 0 comments

CORETAN KHAS BUAT SUAMI DAN ISTERI

Seorang isteri dengan wajah sedih dan murung datang bertemu tuan Syeikh untuk mengadu hal suaminya.

Syeikh: Apa keperluanmu wahai puan?

Isteri: Saya ingin mengadu kepada tuan perihal suami saya.

Syeikh: Apa aduanmu itu?...

Isteri: Saya dianiaya dan dizalimi suami saya tuan syeikh. Saya diabaikan. Suami saya tidak menjalankan tanggungjawabnya kepada saya.

Nafkah saya tidak ditunaikan tuan. Makan minum saya tidak diendahkan tuan. Tempat tinggal saya juga tidak diuruskan.

*Tuan syeikh tersenyum. Isteri itu kehairanan. Sedang hatinya dirundung sedih, tuan syeikh boleh tersenyum mendengar aduannya.

Syeikh: Wahai puan yang dirahmati Allah, sesungguhnya kamu wanita dan isteri yang beruntung.

Isteri: Hah??? Untung??

Syeikh: Ya wahai puan. Kamu sangat beruntung. Kamu wanita dan isteri terpilih.

Isteri: Saya bernasib malang tuan. Saya hidup susah. Saya menderita dan sengsara tuan. Kehidupan saya tunggang-langgang.

Syeikh: Sudahkah kamu berdoa wahai puan?

Isteri: Sudah tuan. Saya sudah hampir putus asa. Suami saya tetap tidak berubah.

Syeikh: Wahai puan, Allah sedang mengujimu. Allah amat kasih dan sayang padamu. Ujian itu memberi peluang kepadamu mengumpul pahala.

Tahukah kamu, bahawa Allah sangat dekat dengan doa orang-orang yang teraniaya dan dizalimi. Doa seorang isteri yang dianiaya dan dizalimi oleh suaminya itu, lebih dekat dan mendapat perhatian daripada Allah. Kerana apa?

Kerana seorang isteri itu merupakan amanah kepada seorang suami. Maka penganiayaan dan kezalimannya kepadamu akan memberatkannya di sisi Allah. Hatta andai kamu mendoakan kehancuran dan kemusnahannya pun Allah akan mendengar doamu itu wahai puan.

Kamu pulanglah ke rumahmu dan jalankan tanggungjawabmu terhadap suamimu sebagai isteri dengan taat kerana Allah. Allah akan membantumu.

Isteri: Suamiku sudah tidak pulang ke rumah wahai tuan. Dia sudah lama meninggalkan aku dalam derita dan sengsara ini.

Syeikh: Allah..beruntungnya kamu wahai puan...

Isteri: Kenapa tuan asyik mengatakan yang saya ini beruntung? Sedangkan saya ini hidup dalam sengsara, derita dan air mata?

Syeikh: Allah...wahai puan, berapa umurmu sekarang ini?

Isteri: 40 tahun tuan.

Syeikh: Berapa lama lagi kamu mahu hidup di dunia ini?

Isteri: Saya tidak tahu tuan. Itu kuasa Allah.

Syeikh: Kamu mahu saya ceritakan apa untungnya kamu sebagai isteri yang dianiaya dan dizalimi suami?

*Dengan lemah dan sedih, si isteri cuma mengangguk.

Syeikh: Rasul yang mulia telah bersabda bahawa, umur ummatnya sekadar 60 ke 70 tahun sahaja. Andai sekarang kamu sudah 40 tahun, deritamu itu tidak akan lama lagi puan. Ia akan segera hilang saat Tuhanmu menjemput kamu kembali padaNya.

Andai kamu bersabar, segala derita itu akan Allah gantikan dengan syurga yang indah. Tidakkah itu bermakna kamu beruntung? Tahukah kamu, berapa lama derita dan sengsara yang bakal ditanggung suamimu di akhirat nanti?

Isteri: Tentunya tuan lebih tahu.

Syeikh: Bagi seorang suami, isteri adalah amanah yang wajib dijaga dengan baik. Segala tanggungjawab dan haknya wajib ditunaikan oleh seorang suami.

Suamimu yang telah menganiaya dan menzalimimu, akan disiksa oleh azab Allah diakhirat sana berjuta-juta kali ganda berbanding derita yang sedang engkau deritai di dunia ini wahai puan.

Bukankah sehari di akhirat itu, bersamaan dengan seribu tahun di dunia? Selagi mana kamu tidak redha akan kezaliman dan penganiayaannya terhadapmu, maka selagi itu suamimu itu akan terpaksa menanggung dosanya itu.

*Isteri itu tertunduk.

Syeikh: Tahukah kamu, siapakah yang paling mudah mengheret seorang suami ke neraka Allah di akhirat nanti? Tidak lain dan tidak bukan ialah isteri-isteri dan anak-anaknya sendiri. Mana-mana hak isteri-isteri dan anak-anak yang tidak ditunaikan, itulah antara hal yang cepat mengheret seorang suami di akhirat nanti.

Isteri: Tapi suami saya itu seorang yang kuat bersolat dan beribadah tuan. Mana mungkin dia akan ke neraka?

Syeikh: Selama mana kamu sebagai isterinya dianiaya dan dizalimi, tidak ditunaikan hak dan tanggungjawab, semua ibadahya termasuk solat, puasa, sedekah dan sebagainya, tidak berpahala di sisi Allah. Bahkan boleh sehingga Allah menolak solatnya itu? Apa lagi yang tinggal pada seorang hamba andai ibadat solatnya pun telah ditolak oleh Allah???

Isteri: Bagaimana andai dia menceraikan saya tuan? Dapatkah dia menyelamatkan dirinya dari neraka Allah?

Syeikh: Selama mana kamu masih isterinya, dan kamu tidak redha, maka dia tetap akan menanggungnya.

Andai kamu diceraikan, sehingga habis tempoh iddah suamimu itu masih wajib mengurus dan menunaikan hakmu sebagai isteri. Dosanya padamu sepanjang tempoh itu tidak akan terluputkan walaupun dia telah menceraikanmu selagi kamu tidak redha. Suami yang tidak menunaikan hakmu itu adalah suami yang berhutang denganmu.

*Isteri itu diam.

Melihat isteri itu diam, tuan Syeikh bertanya;

Syeikh: Pernahkah suamimu itu meminta maaf padamu?

*Isteri itu menggelengkan kepala.

Syeikh: Adakah puan masih menyayanginya?

*Isteri itu hanya membisu.

Syeikh: Adakah kamu redha akan perbuatannya terhadap kamu wahai puan?

*isteri itu masih diam.

Syeikh: Maha Suci Allah... Suamimu itu bukan menganiaya dan menzalimimu wahai puan, tetapi dia menganiaya dan menzalimi dirinya sendiri...

*Tuan Syeikh tunduk dan tiba-tiba mengalirkan air mata. Dia menangis sebak. Si isteri berasa pelik, lalu bertanya;

Isteri: Kenapa tuan menangis?

Syeikh: Aku berasa sedih dan amat takut kepada Allah. Aku kasihan kepada suamimu itu. Di akhirat nanti, sudah pasti kamu akan mengheretnya ke neraka Allah. Susah dan sukarnya menjadi seorang suami. Bahu seorang suami ini berat dan sarat mahu menanggung beban dosa yang banyak. Untungnya kalian para isteri. Walau di dunia Allah perintahkan kalian wajib taat dan patuh kepada suami, itu hanya sekejap sahaja.

Kesusahan dan kesulitan kalian hanya di dunia, sedang kami para suami, tertanggung hingga ke akhirat. Pulanglah wahai puan, andai kamu masih menyayangi suamimu, maafkanlah dia. Andai kamu tidak memaafkan dia, dan tidak redha akan perbuatannya, maka tertanggunglah di bahunya dosa yang berat itu hingga ke akhirat.

* Isteri itu pulang, tetapi kali ini wajahnya cerah dan bibirnya mengukir senyum mengenangkan janji-janji Allah yang disampaikan oleh tuan Syeikh.

Thursday, August 18, 2016

#muhasabah 013 :UNTUK RENUNGAN AYAH-AYAH

Posted by Nadira Aisya at 5:00 PM 0 comments

1. Sebenarnya apabila kita mempunyai anak, ramai yang sudah mengaku menjadi AYAH, sebenarnya belum lagi, ibarat orang yang baru memiliki bola, dah mengaku jadi footballer.. Kena belajar bagaimana nak imbang bola itu..

2. AYAH itu sebenarnya gelaran untuk lelaki yang mahu mengasuh anak, bukan sekadar 'membuat' anak.. astagfirullah. Maaf ye macam kasar je.. kerana ramai lelaki begitu, tapi bukan semua.

3. Seorang AYAH yang mahu terlibat mengasuh anak-anak bersama isterinya, sebenarnya separuh permasalahan keluarganya ini telah diatasi.. Tak caya tanyalah isteri-isteri..

4. Sekiranya seorang AYAH yang tugasnya cuma menyedia dan memberi wang sahaja, ia telah menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi anak ketika diperlukan sahaja. Hu hu Muhasabah diriku..

5. Hari ini memang telah hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, banyak AYAH tidak sedar bila anak lelakinya memasuki alam baligh.. dan anak perempuannya dah mula malu-malu.. Ruginya ayah..

6. Jika ada anak yang durhaka, sebenarnya ia juga dari AYAH yang durhaka. Ini istilah Sayyidina Umar Al Khattab..

7. Sekiranya seorang AYAH yang ingin didoakan oleh anaknya, berdoalah selalu dari sekarang untuk anaknya dan didiklah dengan agama..

8. Sekiranya AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya, usahalah memuliakan anaknya dengan ilmu agama..

9. Mengikut kajian, ramai ayah-ayah yang hampir kehilangan ciri-ciri AYAH yang sebenar. Kerana semua pengajar anak di masa kanak-kanak diisi oleh kaum ibu sahaja.

10. Padahal keberanian, survival dan ketegasan, harus diajarkan di usia kecil oleh ayah-ayah. Dimanakah AYAH sang pengajar utama?

11. Dunia AYAH ketika ini bagi anak-anak hanyalah angan-angan mereka sahaja. Anak-anak mencari ayah mereka di surat khabar, tv dan komputer...

12. Banyak anak-anak sudah merasa yatim sebelum waktunya, sebab AYAH dirasakan tak hadir lagi dalam kehidupan mereka. Kerana amat sibuk dengan dunia ayah.

13. Ayuh wahai ayah-ayah semua, ambillah Semangat Al Quran mengenai pendidikan mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukmanulhakim, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Dalam Al Quran mereka adalah contoh AYAH yang perihatin.

14. Ibnul Qoyyim dalam kitab Tuhfatul Maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak, penyebab utamanya adalah AYAH..

15. Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk kepada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta dipertanggung jawapan kelak.

16. Rasulullah yang mulia, sejak kecil ditinggal yatim oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang dan diperolehi dari datok dan ayah saudaranya sendiri..

17. Generasi sahabat menjadi generasi gemilang kerana AYAH terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu-ibu mereka. Mereka digelari umat terbaik.

18. Di dalam AlQuran ternyata terdapat 17 dialog pendidikan anak-anak. 14 diantaranya iaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut di dalam alquran!

19. Marilah semua wahai AYAH-ayah untuk melibatkan diri dalam pendidikan baik di rumah, sekolah dan dimasjid..

20. Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Tetapi AYAHlah yang menjadi mudirnya. (Pengetuanya).

21. Ibarat burung yang punyai dua sayap. anak memerlukan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya.

22. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logik. Kedua-duanya diperlukan oleh anak

23. AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan perihatin itu sikap utama.

24. Jom wahai ayah-ayah pujuklah diri untuk berubah dan sebarkan perkongsian ini agar makin banyak AYAH-ayah yang perihatin dengan urusan pengasuhan dan membentuk generasi pejuang dunia akhirat.

Allahuakbar..
Wallahua'lam.

Friday, August 12, 2016

#muhasabah 012 : hati2 dalam setiap perkara

Posted by Nadira Aisya at 3:24 PM 0 comments

Cerita untuk hari Jumaat....

Sepasang suami isteri sedang membeli belah bersama seorang anak mereka. Mereka membeli satu tray telur. Si suami mengambil telur dan meletakkan ke dalam troli. Anak mereka yang baru berumur 2 tahun telah memecahkan sebiji telur ayam tanpa sengaja.

" Yang, letak balik lah tray telur ini, ambil yang lain. Yang tak pecah. Kalau ambil yang ini, rugilah. Lagipun bukannya orang nampak. " Beritahu si suami kepada isterinya.

" Harga satu tray telur ni RM9.00. Ada 30 biji. Maknanya satu biji harganya RM0.30. Kalau sebiji pecah maka cuma rugi RM0.30 je." Si isteri menjawab.

"RM0.30 pun duit juga yang" si suami pantas menjawab.

Si isteri kemudian bercerita kepada suaminya. Saya pernah dengar ustaz ada cerita mengenai hisab. Kesalahan paling kecil akan di adili selama 40 tahun. Itu 40 tahun akhirat. Satu hari di akhirat bersamaan 1,000 tahun di dunia. Bayangkan berapa lamanya hisab jika kesalahan lebih besar.

Teringat juga kisah seorang alim. Pada suatu hari ada seorang tua yang memikul seikat kayu api. Orang tua ini menyerahkan kayu apinya kepada si alim untuk di jaga sekejap kerana beliau ada hal lain. Orang alim itu menjaga kayu api tersebut. Kemudian beliau merasa ada sisa makanan melekat di giginya. Orang alim itu mengambil serpihan kayu api yang dijaganya untuk mencungkil giginya.

Setelah orang alim ini mati. Kawan beliau bermimpi yang beliau diseksa di alam barzakh. Kawannya bermimpi mengenai perkara tersebut beberapa hari. Kawannya bertanya " kenapa kau di seksa, sedangkan kau seorang yang alim ". Orang alim itu menjawab "aku telah mengambil serpihan kayu api dari seorang tua, tetapi aku terlupa untuk minta halal. Kau tolong jumpa orang tua ini dan minta halal kayu apinya bagi pihak aku".

Kawan orang alim ini berjumpa orang tua yang dimaksudkan dan meminta halal bagi pihak si alim. Sejak hari itu beliau tidak lagi bermimpi yang si alim ini diseksa.

"Jika kita meletakkan telur yang pecah ini dan ambil yang baru, sedangkan anak kita yang memecahkannya berapa pula nilai yang kita perlu bayar di akhirat kelak. Sedangkan harganya di dunia cuma tiga puluh sen." si isteri menasihati suaminya.

"Betul kata awak tu, apa sangatlah RM0.30 di dunia ini. Kalau kita tukar telur lain, tak pasal-pasal kena seksa di akhirat."

Pasangan suami-isteri itu pulang ke rumah dengan membeli satu tray telur. Sebiji telur dari tray itu sudah pecah. Mereka akur dengan nilai sebiji telur.

About Me

My Photo
Nadira Aisya
aku insan biasa,yang menyanjung setiap hikmah kalimah se0rang daie..Lantaran itu ku kan terus berdiri mendukung risalah ini..
View my complete profile
Powered by Blogger.

Followers

j0m gege


ShoutMix chat widget

d0a se0rang kekasih

About this blog